Cetak Mesin Uang Melalui Ternak Kelinci - Wara-wiri Kebumen Selamat datang di website wara-wiri Kebumen, website yang menyajikan berita dan informasi serta isu-isu lokal seputar Kebumen
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia 88cc4a7ba1a87bee822d962b6e1510f3
Selamat datang di website wara-wiri Kebumen, website yang menyajikan berita dan informasi serta isu-isu lokal seputar Kebumen

Cetak Mesin Uang Melalui Ternak Kelinci


Kebumen (www.wara-wirikebumen.com) -Potensi bisnis dibidang peternakan memang selalu menarik untuk digeluti. Seperti halnya ternak kelinci pedaging. Selain pangsa pasarnya yang masih terbuka lebar, ternak kelinci pedaging juga tergolong relatif mudah dan ramah modal, terlebih dikawasan pedesaan.

Tak hanya lucu, imut dan menggemaskan, binatang yang mempunyai ciri khas berkuping panjang itu kini banyak diternak di berbagai daerah di Kabupaten Kebumen lantaran memiliki peluang besar sebagai mesin pencetak uang, baik sebagai usaha sampingan yang cukup menjajikan maupun penghasilan pokok yang lumayan menggiurkan.

Salah satu peternak kelinci asal Desa Bendogarap, Kecamatan Klirong Ahmad Habib Musyafa (28) mengungkapkan, di Kabupaten Kebumen sendiri ternak kelinci pedaging memang belum begitu familiar di tengah masyarakat. Kendati demikian, permintaan daging mamalia pengerat tersebut di pasaran belakangan ini terus mengalami peningkatan.

"Sementara ini baru sekedar sampingan saja. Namun hasilnya bila diakumulasi ya cukup lumayan. Untuk 25-30 indukan bisa menghasilkan Rp1,5 juta sampai Rp.2 juta per bulan," ujar Habib sembari memberikan pakan puluhan kelinci di kandang ternak miliknya, Jumat (10/09).

Habib menjelaskan, kelinci yang diternaknya itu yakni kelinci pedaging jenis New Zealand (NZ). Selain memiliki kualitas daging yang bagus, keunggulan lain dari kelinci jenis NZ, yakni mempunyai bobot di atas rata-rata kelinci pada umumnya. Sehingga kelinci jenis NZ sangat baik untuk diternak sebagai kelinci pedaging. 

"Untuk jenis NZ ini produktivitasnya juga bagus. Dalam satu tahun bisa beranak 5-6 kali. Sekali beranak biasanya rata-rata 4-10 ekor. Bahkan saya pernah satu indukan sekali beranak sebanyak 11 ekor. Usia kehamilannya pun cukup singkat, kurang lebih 30-35 hari. Sementara usia sapih sendiri biasanya antara 35-45 hari. Terkait kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan semua bergantung pada kualitas indukan dan intensitas perawatannya," papar bapak dari satu anak itu.

Selain menjual dengan harga daging, kata Habib, ia sendiri juga menjual hasil ternaknya dalam bentuk bibit siapan atau calon indukan. Untuk harga daging karkas atau daging beserta tulang dan kepalanya dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara untuk daging fillet atau daging murni tanpa tulang dan kepala dibanderol dengan harga sebesar Rp 90 ribu per kilogram.

Untuk kelinci siapan atau calon induk, rata-rata Habib mematok harga berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per ekor. Lain halnya dengan kelinci siapan atau calon induk, untuk kelinci produkan atau indukan, ia memajang harga mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp.450 ribu per ekor. Harga per ekor baik calon induk maupun indukan sangat bergantung pada kualitas bibitnya. 

"Selain dijual secara mandiri, untuk penampungan daging karkas maupun fillet kita difasilitasi wadah bersama, yakni Asosiasi Peternak Kelinci Kebumen (APKK). Permintaan daging melalui APKK ini sudah cukup tinggi. Tapi ya itu, produksi daging dari para peternak hingga kini masih belum maksimal. Apalagi pasar ekspor untuk daging kelinci sekarang sedang  terbuka lebar. Namun untuk mencukupi permintaan dari dalam negeri saja kita para peternak di Kebumen masih kuwalahan " terang pria yang juga merupakan guru SD tersebut.

Pria berperawakan gempal itu juga menuturkan, selain daging, limbah atau kotoran kelinci yang memiliki kadar N, P dan K paling tinggi bila dibandingkan dengan kotoran ternak lainnya juga dapat dijadikan pupuk organik berkualitas. Otomatis ini juga berpotensi masuk pasar khusus, yakni di sektor pertanian. Ia menyayangkan potensi tersebut belum digarap maksimalkan oleh para peternak di Kebumen.

"Urin kelinci menjadi andalan para petani sayuran dan buah-buahan sebagai Pupuk Organik Cair (POC) yang tak diragukan lagi kualitas dan manfaatya. Biasanya para petani langsung datang kemari membawa jerigen sendiri," katanya.

Menurut Habib, selama ia mempelajari dan beternak kelinci, tidak ada kesulitan yang berarti. Terkait pakan, terutama untuk penggemukan, dirinya memanfaatkan berbagaimacam limbah pertanian dan home industri. Diantaranya yaitu batang berikut daun kacang tanah, daun-daunan disekitar rumah, bekatul atau dedak, ampas tahu, bungkil kelapa dan lain sebagainya.

"Sekarang juga sudah banyak pakan pabrikan berupa pelet atu pur yang dijual di kios pakan ternak. Melalui APKK, kita tengah memproyeksikan pakan pelet mandiri untuk meringankan beban pakan para peternak. Semoga saja segera terealisasi," harapnya. 


Kebumen sorot co

author Syarif hidayat

Iklan Tengah Artikel 1

images-2022-06-04-T133151-138

Produk Shopee paling murah 👇

Iklan Bawah Artikel

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia