Terpisah Selama 14 Tahun, Secercah Ingatan menjadi Jembatan Pulang Warga Pasuruan di Kebumen
Wednesday, 11 February 2026
Edit
Polres Kebumen — Selama 14 tahun, nama Sumedi hanya tinggal sebagai ingatan yang samar bagi Bambang, seorang warga Pasuruan, Jawa Timur. Tanpa alamat, tanpa nomor telepon, tanpa kepastian apakah orang yang ia cari masih hidup. Yang tersisa hanyalah potongan kenangan: sebuah pasar di Kebumen, dengan pantai di sebelah selatannya.
Kenangan itu akhirnya ia titipkan pada teknologi dan empati manusia.
Pada Selasa, 3 Februari 2026, Bambang mengirimkan laporan melalui Aplikasi Dumas Presisi dan e-Lapor Polri. Ia menuliskan kerinduan terhadap saudara sepupu yang tertahan lebih dari satu dekade, keinginan untuk menemukan kembali keluarganya yang terpisah sejak lama.
Laporan itu diterima oleh admin Polres Kebumen, yang tidak hanya membaca data, tetapi juga menangkap kegelisahan di balik baris-baris pengaduan.
Admin Dumas kemudian memetakan sejumlah pasar di wilayah pesisir Kebumen. Koordinasi dilakukan dengan Polsek jajaran yang memiliki wilayah pantai. Dari potongan ingatan yang rapuh itu, aparat kepolisian menelusuri jejak seorang nama: Sumedi.
Titik terang muncul di wilayah Polsek Puring. Melalui patroli dialogis, Kanit Intelkam Polsek Puring Aiptu Cipto Rudi bersama Bhabinkamtibmas menemukan informasi tentang seorang pria bernama Sumedi di Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong. Nama itu perlahan berubah dari sekadar dugaan menjadi kepastian.









